
ada sebuah cerita sebelum kita tidur waktu kita masih kanak - kanak, sebuah cerita masyarakat dari pulau sumatera, yaitu malin kundang.
intinya adalah jangan pernah kamu menyakiti dan melukai perasaan orang tua kamu, sedikit pun ... karena walaupun sedikit ucapan yang keluar dari mulut orang tua kita, akan di kabulkan oleh ALLAH SWT.
ceritanya begini ... dahulu kala ada seorang ibu yang melahirkan bayi laki - laki yang ganteng di beri nama MALIN KUNDANG, beranjak dewasa karena faktor dari ekonomi yang sangat sulit dan susah, Malin pamit untuk pergi ke kota untuk mengadu nasib yang lebih baik, dengan sangat berat hati ibunya melepas malin untuk pergi ke kota. sesampainya di kota malin bekerja di saudagar kaya yang mempunyai putri yang cantik jelita, dengan bekerja sepenuh hati karena mengingat ibu yang ada di desa sedang menanti, tak kiranya saudagar kaya ini selalu memperhatikan malin dengan seksama, tanpa berpanjang lagi saudagar langsung meminta malin menjadi menantunya karena memiliki kemauan untuk berubah maju dan mempunyai hati yang baik. setelah diangkat menjadi menantu dari saudagar kaya tersebut, saudagar tersebut meninggal karena umur yang sudah tua, lalu tak lama menjelang mengenang kematian saudagar kaya ini, sifat malin mulai berubah menjadi sombong dan tidak rendah hati kembali. berjalannya waktu yang sudah cukup lama, malin bertandang ke desa dimana ibunya berada, namun sesampainya di desa tersebut, malin tidak mengakui ibunya yang berpakaian compang - camping, kurus, kotor, malin malah mendorong ibunya sendiri karena takut akan malu yang akan di terima nya jika orang - orang melihat bahwa ibu kandungnya adalah seorang gembel yang kurus dan kotor. dengan berlalunya waktu akhirnya malin kembali ke kota bersama dengan istri dan pengawal - pengawalnya melalui perjalanan air, setelah pergi meninggalkan desa tersebut, ibunya lalu berdoa kepada Sang Pencipta bahwa "kutuklah anak ku menjadi batu karena dia telah melupakan dan menyakiti perasaan aku", tak lama kemudian langit berubah menjadi gelap dan petir menyambar dengan keras, sehingga membuat kapal yang di tumpangi oleh malin, istri, dan pengawalnya terhempas ombak yang besar dan akhirnya hampir semua bisa menyelamatkan diri kecuali malin kundang yang bentuk dan jasad nya bisa kita lihat sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
gunakan hati dalam setiap mengambil suatu keputusan yang bersifat selamanya